Selasa, 11 Maret 2014

Rokok Daur Ulang ( Krisis Ekonomi Pribadi )

Akhir akhir ini saya merasa mulai ketergantungan sama yang namanya rokok, saking ketergantungannya sampai sampai, hidup saya rasanya hampa kalau bangun tidur tidak ada rokok yang menemani secangkir kopiku dipagi hari. Tapi harga rokok akhir akhir ini juga semakin tinggi, seiring meningkatnya intensitas kerinduanku pada benda itu, apalagi saya ini hanya seorang pengangguran, tak ada penghasilan, kehidupan semakin berat saja, dan hidupku semakin hampa saja rasanya.
Tapi saya tak kehabisan akal, saya punya cara tersendiri dalam menghadapi krisis ini, kalau rejeki lagi seret, saya biasa mendaur ulang rokok yang saya hisap, tapi khusus rokok kretek saja, karena hanya rokok kretek yang bisa didaur ulang. Biasanya kalau tengah malam, rokok sudah habis, dana mines, dan hasrat untuk menikmati rokok mulai meningkat dan mencapai klimaksnya, saya meraih puntung puntung rokok sisa hari ini, dan kertas berlapis aluminium pada kemasan rokok mild, dengan terlebih dahulu melepaskan aluminium dari kertas rokok itu, dan kutaburkan tembakau dari sisa rokok hari ini, kemudian aku gulung, dan siap untuk kunikmati kembali.

Miris memang keadaan ini, tapi aku suka, ini melatih kreatifitasku menghadapi krisis ekonomi pribadiku, melatih kesabaran dan rasa Syukur. Nikmat sekali menikmati buah kerja keras sendiri, karena untuk merangkainya kembali jadi sebatang rokok utuh dari sisa sisa puntung adalah bukan perkara mudah. Jadi kalau kalian penasaran, silahkan coba dan rasakan sendiri, but Caution, adegan ini di peragakan oleh profesional, don’t try this at home. hahaha


                             



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar