Rabu, 19 Februari 2014

Merantau ke Kampung sendiri


Ini cerita kira kira bermula lima bulan yang lalu, waktu itu saya yang pengangguran ini dipaksa mamak ikut ujian CPNS di kampung halamannya, eh tidak kampung halaman kami maksudnya, tepatnya di Kab. Buton Utara, Prov. Sulawesi Tenggara. ( tapi saya tetap anak Maros nah ). Mungkin mamak sama bapak sudah bosanmi liatka bangun tidur, tidur lagi, makan, baru kelayapan, tengah malam baru pulang,kadang juga tidak pulang, dan ndak jarang minta uang, alasan  beli pulsa, padahal mau beli rokok ternyata.
Akhirnya saya juga kasihan sama mamak dan bapak, saya juga ndak enak kalau harus bergantung terus sama mereka, apalagi usiaku sudah tidak bisami dibilang muda, biar mamo mukaku masih selalu kelihatan muda. Akhirnya saya terima itu perintahnya mamak untuk pergi daftar CPNS disana, ini perasaan ndak tau apami namanya, campur adukmi, ada rasa exciting nda tauka apa bahasa Indonesiana , campur takut ( kebanyakan takut jauh sama cewek andalanku ) sama sisanya itu perasaan perasaan yang belum kukasih nama.
Setelah lama tarik ulur kepastian, akhirnya semua sudah jelas, bisa dipastikan saya 90persen akan berangkat, bisami kuprediksikan kalo disana bakalan KAPPU (ada penjelasanna dibawah ). Jadi tiga minggu sebelum hari keberangkatan, latihan memangma merasakan Kekappuan yang mendalam. Saya  Cuma tinggal di rumah, ndak keluar keluar, ndak bergaul, sampai sampai kulupami namana teman temanku, namanaji cewek andalanku yang kuingat, sebut saja namanya Astuti. Tapi sepertinya harus ada sesuatu yang bisa sedikit jadi obat Kappu, akhirnya saya minta sama Mamak dibelikan Laptop, kalo ndak dibelikan tidak mauja pergi, dan biarma jadi gembel saja di Maros.
Akhirnya proposalku di setujui sama mamak, cihuuiiii saya dibelikan Laptop . hari itu hari sabtu jam sepuluh pagi saya masih tidur, tiba tiba ada telpon masuk, saya terbangun dengan pandangan yang masih kabur, kupandangi  layar Henponku dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkatsingkatnya, ternyata itu telpon dari mamak.
Mamak bilang “Nak, kau pergimi ambil Laptopmu disini, di MTC ( pusat penjualan barang elektronik di Makassar ) karena habis ini mamak mau pergi Massolo’ ( kondangan ) “
Tanpa mandi cuci muka dan gosok gigi, saya buru buru berangkat, saya pinjam motornya adek saya, karena motor saya tidak bisa interlokal, khusus wilayah Maros dan sekitarnaji. Tapi sebelum ke Makassar saya jadi paranoid, bahaya bawa barang barang begitu naik motor, rawan perampokan. Akhirnya saya ndak mau pergi sendiri, saya minta ditemani sama teman saya, saya sengaja pilih teman yang bodinya besar seperti petinju, supaya orang orang jahat harus berpikir 21 kali kalo mau jahat sama saya, maklum bodi saya kurus kering, muka juga ndak sangar sangar amatji, Cuma buat kasih takut takut tikusji.
Singkat cerita saya dan temanku tadi sebut saja namanya Sadham, sampai di tempat tujuan, tanpa basa basi kucari tempatnya mamak beli Laptop, akhirnya ketemu juga, tapi ternyata laptopnya belum bisa kubawa, harus tunggu selesai di Install dulu, jadi untuk mengisi waktu, kami jalan jalan dulu keluar cari angin sambil menikmati beberapa batang rokok. Kamipun jongkok di bawa jembatan penyebrangan dengan santai, kepalaku suka sakit kalau habis mengisap rokok pertamaku di hari itu, tiba tiba dating seorang satpam, dia menegur kami, katanya kami dilarang jongkok, mungkin dia curiga kalau kami berdua sedang mengintip celana dalam cewek cewek atau ibu ibu penumpang pete pete yang lewat. Ada ada saja kecurigaanmu pak, akhirnya kami pergi dan sadham berkata padaku.
“lebih enak mentong kalo di kampungta’ sendiri, biar jungkir jungkir ndak ada yang larang”
Setelah itu kamipun menjemput laptop itu dan bergegas pulang ke Maros dengan perasaan tidak sabar mau main game di laptop ini, karena memang tujuanku minta laptop untuk main gameji, hahaha.
Akhirnya sampai juga pada hari dimana saya harus pergi meninggalkan kota tempatku tumbuh besar, dengan semua yang berharga dihidupku, sedih, berat juga sebenarna, tapi maumi diapa ini demi masa depankuji bedeng, sebelum berangkat kusempatkanki dulu ketemu sama teman teman, salaman dan mengucapkan selamat tinggal cikak !
Ternyata mamak juga  ikut kesana, sekalian ketemu nenek dan bawa barang dagangan, mamakku memang hebat, dia bisniswati (pebisnis ) sekaligus pegawai negeri sipil. Kami diantar bapakku yang  waktu muda cakep sekali, sampai tua juga masih cakep, saya iri sebenarna. Kami diantar pake mobil dinas dari kantor pengadilan negeri, tempat dimana bapak  mengabdikan hidupnya, dan digaji oleh Negara.
Kamipun sampai di bandara, lalu bapak dan mamak melakukan registrasi, entah apa namana itu, boarding sama check in, itumi kapang. Dan sesuatu yang spesialpun terjadi disitu, saya ketemu dengan gadis impianku tadi, sebut saja namanya Astuti, kami memang sengaja janjian untuk ketemu sebelum saya berangkat, dan disana dia memberi sebuah kado, katanya kado ultahku, yg sudah lama lewat, tapi baru ada kesempatan kasihka, saya juga kasih dia boneka monyetku, Kliwon namana, saya berpesan supaya Kliwon dijaga dan dirawat, jangan lupa dikasih makan dan dikasih mandi. Setelah itu dia ketemu sama mamak sama bapak, senangku liatki, akrab sekali hhhmmm, dalam hatiku bilang “ mak lamrakan dia dulueee mak” hahaha.
Kamipun berpisah disitu , sedihna kurasa, harus berpisah jauh dan lama sama dia, ini kayak adegan filmna Ada apa dengan Cinta, waktu Rangga mau berangkat ke Amerika, baru disusul sama Cinta, hmmm mau kurasa cium keningnya tapi, banyak orang hahaha, lagian dia juga pacarna orang nda bolehka macam macam tawwa.
Setelah itu saya dan mamak berangkat juga ke Kendari, hmmm perasaanku dumba’ dumba’ tidak karuanmi, menyambut hal baru dalam hidupku.
Jam 4 sore kami sampai bandara Haluoleo Kendari, dan kami berangkat menuju rumahnya tanteku, adeknya mamak, sekalian ketemu adekku yang cewek, dia juga tinggal sama tanteku di kendari, pas tiba di rumahnya tante, kubongkar semua barangku, saya baru sadar ternyata kulupa bawa berkasku buat melamar CPNS, wadadah dumba’ dumba’ betulanma ini, mamak bisa marah marah setengah jiwa kalo begini, jauh jauh ke kendari, tapi berkas yang paling penting ndak kubawa, matemija kataku sambil menepuk jidat.
Keesokan harinya berkasku tiba, bapak dengan sigap mengirim berkasku lewat jasa pengiriman, masalah teratasi pemirsa, dan mamak ndak marah marah lagi sekarang. Kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan besoknya. Tiga jam diatas laut akhirnya kamipun sampai di kampung tempatku lahir,  ditambah setengah jam naik kendaraan umum dari pelabuhan kami sampai juga di rumah nenek.
Hari disana kulewati, dengan 70 persen kappu dan sisanya having fun, teman akrabku dua orangji, selain sepupu sepupuku disana, kalau lagi kappu sekalimi, saya pergi ke pantai bawa tenda lalu berkemah, atau pergi ke kebun panen jambu mente hasilnya buat beli rokok, utang rokok di warungnya tante sudah menumpuk, sementara kiriman tidak pasti kapan datangnya.
Akhirnya tiba hari yang ditunggu tunggu, hari dimana sepertika kurasa anak SMA lagi, bangun pagi pagi, mandi, lalu berangkat dengan modal Pensil, penghapus, dan mistar. Hari ujian kuhadapi dengan tenang, kujalani ujian dengan elegan, tanpa contekan juga tanpa kerjasama dengan peserta yang lain, kuandalkanji diriku sendiri, dan semua teratasi, kecuali sepuluh soal, tidak sempat kujawab karena waktu ndak memadai.
Dan akhirnya hari yang paling mendebarkanpun tiba, setelah ditunda hampir dua bulan akhirnya pengumuman keluar juga, dan hasilnya, Alhamdulillah, masih dikasihka kesempatan untuk berusaha lagi, dan hari itu juga disuruhka pulang, kebetulan bapak lagi ada di kendari, jadi sekalian pulang sama sama besoknya, senang sekali kurasa, lamama’ rindu sama Maros dan orang orang di dalamnya.
Siang itu juga kuberangkat dari pelabuhan Buton utara menuju pelabuhan Kendari, tiga jam lebih diatas kapal, paranoidka kurasa lama lama diatas laut, tapi akhirnya sampai juga. Nabilang bapak lewat telpon, naik taksimako saja karena ndak ada petepete lewat depan rumah. ( rumahna tante ). Keluar dari pelabuhan saya jalan kaki cari taksi, dengan tas carrier di punggung, dan daypack di dada, jalan sendiri sambil mengisap rokok, seperti kurasa film action di TV jalan sendiri, tapi kenapa orang orang yg lewat atau yg kulewati natatap semuaka, ada mungkin yang Aneh sama diriku, dan ternyata akhirnya kutauki kenapa, ternyata orang orang nakiraka bule backpacker yg lewat hahaha, dan besoknya saya sama berangkat dari Bandara Kendari menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, di Maros.  

Saya tiba dengan selamat sentosa dan akhirnya kembali seperti dulu lagi, pengangguran yang kerjanya bangun tidur tidur lagi.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar