Senin, 24 Februari 2014

Hari bersejarah ( Minta Rokok Bapak )

      Kemarin adalah hari bersejarah buat saya, ini betul betul  bersejarah, kemarin adalah hari pertama saya minta rokok sama bapak, mungkin kedengarannya sepele, tapi buat saya ini hal yang bersejarah, sebenarnya susah sekali buat mengaku sama bapak di rumah kalo saya itu sebenarnya merokok, selama ini memang saya sudah lama merokok, tapi  beberapa tahun ini saya merokoknya backstreet, biarpun sudah beberapa kali kepergok merokok.
        Kejadiannya kira kira jam setengah lima sore, aku yang baru bangun tiba tiba teringat kalau ternyata aku ada pertemuan dengan teman teman kamar sastra, tanpa basa basi dan tanpa sempat cuci muka apalagi gosok gigi, aku langsung beranjak dari kasurku, tapi ada sebuah kebiasaan yang ndak pernah hilang ketika baru bangun, aku selalu merindukan yang namanya kopi, cemilan dan rokok, tapi sudah tak ada waktu untuk mencari cemilan dan membuat secanteng kopi, rokokpun tidak ada walau sebatang, tak ada yang bisa menolong sepertinya, adikku yang biasanya tempat nebeng rokok juga tidak di rumah, padahal aku lagi butuh butuhnya sama rokok.
        Di ruang keluarga ada hal yang menarik perhatian pemirsa, ada kretek tergeletak tak berdaya dan menunggu untuk diselamatkan dengan segera, tapi sayangnya di samping kretek itu ada bapak yang lagi duduk santai menonton TV, ah… apa yang harus kulakukan, hamper sepuluh menit aku mondar mandir, bolak balik dapur, hal yang sudah jadi kebiasaanku kalau lagi mau minta atau bilang sesuatu sama bapak atau mamak.
        Gairah dan nafsu untuk menghisap sebatang kretek itupun kian tak terbendung lagi, apalagi itu salah satu merk rokok  kesukaanku, jantung berdetak kencang, seperti akan mengungkapkan perasaan pada gadis pujaan, kukumpulkan nyaliku, dan sekali lagi masuk ke dapur, menenggak segelas air putih, dan sedikit demi sedikit  kudekati bapak dan dengan terbata bata kubilang.
     “pak minta rokokta satu nah” sambil mengambil sebatang kretek punya bapak.
       Setelah mendapatkan apa yang kuinginkan, aku langsung keluar dengan wajah yang sumringah, sore ini aku memang sangat menginginkan benda kecil ini, memang kadang ada waktu waktu dimana rokok lebih kurindukan dibandingkan gadis pujaan hati. Ada pepatah yang sudah lama kudengar “ sesedih sedihnya film India, Lebih sedih lagi habis makan tidak merokok” itu yang teman temanku sering katakana, hahaha.
       Perasaanku sore itu lega sekali, akhirnya aku bisa memenuhi gairah merokokku sore itu, dan akhirnya mulai sore itu aku tidak perlu merokok backstreet lagi.

Terima kasih Pace !!!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar