Kamis, 20 Februari 2014

Gonrong Dalam Hati.

Saya tidak pernahji  menyesal terlahir seperti ini, badan kurus, tinggi badan standar orang asia, kulit sawo matang, tapi agak cerah ukuran seorang cowok, tampang pas pasan, pernah ada cewek bilang skala satu sampai sepuluh, tampangku Cuma dapat enam, tapi lumayanmi itu, daripada dapat merah, hidungkuji saja yang banyak dapat pujian, nabilang orang mancung bedeng, tapi ndak pernahja merasa begitu, semua patut disyukuri.
Tapi ada hal yang dari dulu kuimpikan sekali, tapi sampai sekarang nda kesampeanpi, mau sekalika kurasa punya rambut gonrong, paling tidak sekali seumur hidup, sebenarna tidak adaji hal yang bisa bikinka iri sama cowok lain, kecuali sama cowok yang berhasil merebut Tri Astuti dari pelukanku yang hangat dan berkualitas ini. Tapi bukan itu yang mau kuceritakan disini, nantipi itu. ada hal lain lagi yang selama ini berhasil kasih irika sama cowok lain, itumi tadi, cowok yang punya rambut gonrong.
Menurutku rambut gonrong itu keren, apalagi saya orangnya bisa dibilang dekat sekali dengan namanya seni, seniman itu juga identik dengan  rambut gonrong,  kak Wawan Mattaliu dulu waktu masih Muda, pernah gonrong, sekarang juga sebenarnya masih mudaji tawwa, Om Lory Hendradjaya juga pernahji lama jadi orang gonrong, kanda Galau juga pernah, dan teman temanna yang lain juga begitu, keren semua waktu masih gonrong. Terlebih lagi saya ini juga pengemar music metal, bisa dibilang saya ini anak metal, kadang kalo nonton video band metal di Youtube, perasaan iri tidak bisami kubendung, saking irinyami itu kurasa, sampai sampai mauka kurasa gigit monitorku sambil menitikkan air mata.
Memang model rambutku juga sebenarnya agak ikal, mendekati geriting malah, waktu SMA kelas tiga saya dijuluki Griting Death, itu plesetan dari judul laguna Metallica yg judul aslinya itu Creeping Death, saking kliatan gertingnya rambutku, tapi Mamat, Drummernya bandku juga geriting, tapi sempat tonji tawwa gonrong, awalnya kuketawaiji model rambutnya, tapi waktu demi waktu seprei membuktikan kalau akhirnya dia berhasil bikinka jadi iri sama dia, belum lagi Charles, Lead Gitaris bandku berulang kali dia jadi orang gonrong.
Pernah sekali kucoba realisasikan mimpiku ini, kubiarkanmi rambutku yang berputar putar diatas kepalaku ini memanjang, tapi pas pulang ke rumah, mamak bilang sama saya.
“cukur cukurmi itu rambutmu, kayak mako kuliat gerombolan” 
gerombolan itu maksudnya tentara gerilyawan jaman pemberontakan DITII.
akhirnya karena yang bilang ini mamak maka wajib dilaksanakan, mannamamo dengan berat hati, lagian siapa yang berani melawan perintah mamak di rumah, selain dia salah satu tokoh dominan di rumah, tuhan juga menitipkan surga buatku di telapak kakinya,  saya anak metal yang merindukan surga soalnya.
Kulangkahkan kakiku, dan mengarahkan sepeda motorku yang dititipkan bapak untuk kupakai sebaik baiknya itu ke barber shop, bahasa gaulnya tukang cukur, lama mengantri akhirnya tibami giliranku untuk dipermak, tapi ah setengah hatika kurasa cukur rambutku, jadi cukurnya juga setengahmo, yang disamping dicukur gundul, sisakan yang tengah, ala ala rambut Mohawk anak Punk, temanku bilang saya seperti kuda, saya Cuma ketawa mendengar komennya temanku itu. Sampai di rumah mamak kaget melihat cukur baruku, dan seraya berkata.
“Cukur apamako itu kamu Alam ? ”
Sayapun spontan menjawab, “yang disamping ini buat mamak, yang di tengah ini buat saya” sambil menunjuk rambut yang sengaja kubiarkan tidak tercukur di tengah.
 Bertahun tahun mencoba tapi selalu gagal, akhirnya capekma juga mencoba, akhirnya kubiarkan rambut di kepalaku selalu tercukur, tapi tapi jauh di dalam hatiku saya ini gonrong. Jadi kalau ada temanku yang gonrong membanggakan kegonrongannya dihadapanku, aku bilang saja kalau saya ini juga sebenarnya gonrong, tapi saya ini gonrong dalam hatiji.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar