Kamis, 20 Februari 2014

Eleanor Dan Bagulba

Tiap orang pasti punya benda benda kesayanganya masing masing, tidak terkecuali saya, saya juga punya benda kesayangan, yang pertama itu motor kedua itu Gitar, mereka punya kisahnya masing masing, saking kusayangnya itu barang barang, mereka saya kasih nama, motor kesayanganku namanya Eleanor, nda tau kenapa kukasih nama itu, gitarku namanya Bagulba, itu karena gitarku itu hitam manis, seperti mantan pacarku yang kukasih julukan yang sama.
Alasan kenapa Eleanor adalah benda kesayanganku adalah, karena dia sudah kurang lebih tujuh tahun ini antar antarka keliling keliling Maros sampai Makassar, antar pergi pacaran waktu masih punya pacar, pergi kuliah, dll. Dan ada hal spesial  dengan motorku itu, kalau dia lagi mogok, selama itu bukan kehabisan bensin, saya selalu punya cara untuk bikin dia bunyi kembali, saya hanya peerlu mengelus elus kepalanya, terus kasih satu kecupan, lalu bicara membujuknya, kadang kalau orang heran lihtaka bicara dengan motorku, kubilang saja, ini hubungan antara manusia dan mesin, haha kayak Transformer saja, tapi setelah itu dia akan aktif kembali.
Dan ada juga satu hal yang sudah jadi mitos kami berdua, kalau ada perempuan yang kubonceng pakai itu motor, terus tiba tiba dia mogok, berarti kami tidak jodoh, bahkan saya pernah mengalami kemogokan tersebut waktu mengantar  mantan pacar saya pulang, awalnya kupikir kisah kami akan selamanya, tapi akhirnya kandas juga, mungkin karena kemogokan tadi, hahaha Wallahu Alam.
Selanjutnya gitar kesayanganku, si bagulba, saya membelinya dengan harga murah dan  status secondhand, dengan keadaan tak layak dipakai manggung, kebetulan waktu itu Bandku masih aktif, awalnya kalau manggung saya malah pinjam gitar orang lain, dan dia kutitipkan sama orang lain. Tapi semua berubah, waktu saya iseng coba coba bongkar dan ngulik ngulik system elektroniknya, terus kucoba mencoloknya di Amplifier, ternyata dia punya suara yang menakjubkan, cocok sekali buat genre lagu yang biasa bandku mainkan, saking amazingnya suara gitar kesayanganku itu, sudah beberapa orang yang menawar untuk membelinya, tapi saya bertekad tidak akan menjualnya.
Saya pernah punya nazar, kalau nantinya saya punya pacar, akan saya pasang nama pacar saya itu di gitar kesayanganku itu, tapi sampai sekarang belum ada, jadi di gitarku itu masih tertulis nama mantan pacarku yang dulu, adakah yang mau memajang namanya di gitarku ??? who is next ???


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar