Selasa, 21 Januari 2014

Mengejar Cinta ( The beginning )


  
     Malam itu seperti biasa aku merasa sedikit bosan, dan aku merasa perlu sedikit ada suara perempuan yg menemani suasana malamku waktu itu. Tak mau berlama lama dengan kebosanan itu, kuraih telepon selulerku, lalu aku mengecek saldo pulsa yang tersisa, sepertinya masih bisa untuk sekedar mengobrol dengan seorang  perempuan di ujung telepon selulernya di sisi yg berbeda.
Akhirnya sedikit demi sedikit aku membuka kontak yg ada di selulerku, terlalu banyak nama perempuan disitu, akhirnya kupilih satu, Tri Astuti, seorang gadis manis yg pernah jadi kekasih yg sempurna buatku beberapa bulan lalu, tapi sepertinya malam itu nasib tidak mengizinkanku untuk berbincang dengannya, “nomor yg anda hubungi sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi” itu yg terdengar di speaker handphoneku. Akhirnya aku tertuju pada sebuah nama di kontakku, Cinta.....  nama yg tertulis di kontakku, tentu saja bukan nama yg sebenarnya, aku memberi nama itu karena aku memang lagi PDKT pada gadis itu dan aku sering memanggilnya dengan sebutan itu.

      Beberapa puluh menit mengobrol akhirnya obrolan kami cukupkan, hal yang menadi poin dalam obrolan kami adalah tentang dia akan pergi hiking atau camping di gunung, kebetulan gunung itu sudah biasa aku datangi, dia mengajakku untuk ikut, aku sangat ingin pergi dengannya tapi dia akan pergi dengannya teman temannya, aku bakal merasa jadi orang asing kalau ikut dengan mereka, tapi aku janji akan kesana tapi dengan teman temanku sendiri tentunya.

      Keesokkan harinya pukul 12 : 15 Handphoneku berdering, kuraih dan kubaca siapa gerangan penelpon siang itu, ternyata itu dari dia, katanya dia sudah ada di kota tempat aku tinggal, sementara menunggu temannya yg lain, ternyata teman temannya juga dari kota tempat aku  tinggal, aku datang ke tempatnya menunggu, hari itu dia manis sekali, aku paling suka matanya, tak tahu bagaimana menjelaskannya tapi yg kutahu matanya sangat indah, akupun bertemu dengan teman temannya, aku kenal salah satu dari mereka, dia juga kenal degan aku tentunya, dan temannya itu tersenyum aneh seolah curiga padaku melihat aku datang menemui gadis itu, dan akhirnya mereka harus berangkat juga, dan aku berjanji akan menyusulnya ke gunung itu, aku Janji, dan itu pasti.

     Aku menyaksikan mereka berangkat, setelah itu .... Saatnya mengumpulkan pasukan sahutku dalam hati. Akhirnya aku menghubungi  teman temnaku, aku memang sering ke gunung bersama mereka, aku mengirimkan pesan pada seorang temanku yg bernama Rahmat, dia memang sudah berkeluarga, tapi untuk hal seperti ini dia selalu punya waktu lebih, tentu saja isi smsku untuknya adalah ajakan untuk ke gunung itu, dan aku katakan bahwa aku akan menemui gadis pujaanku di sana, dan kalau memungkinkan akan kuajak dia pacaran disana. seperti yg diingnkan dia mengkonfirmasi ajakanku itu, setelah itu aku mengirim pesan lagi ke salah satu temanku yg lain kami biasa memanggilnya Ariel, yah itu memang terdengar seperti nama Vocalist Band terkenal di Indonesia, yg banyak di sukai oleh anak muda, aku tak menyukainya meskipun aku anak muda, kami memanggilnya Ariel karena memang dia sedikit mirip dengan Selebriti itu. Tapi katanya sore ini dia agak sibuk, tapi seandainya kami akan berangkat setelah senja dia memastikan akan ikut, kupikir tak ada masalah dengan berangkat setelah senja, karena akses menuju kaki gunung juga sudah bagus, kami memang berencana untuk memakai sepeda motor menuju kaki gunung, dan saya rasa berangkat setelah senja tak akan jadi masalah, bahkan saya pernah jalan kaki dari puncak gunung itu sampai ke jalan poros, kupikir aku sudah terbiasa dengan tantangan seperti ini.

        Tapi Sepertinya kami harus menambah satu personil lagi, tepatnya personil yg punya kendaraan yg bisa kami kendarai menuju lokasi, karena sampai sekarang kami hanya memiliki satu kendaraan, yaitu sepeda motor, sedangkan jumlah kami tiga orang. Akhirnya aku menuju ke SMA ku dulu, disana Adik adik pramuka sedang latihan, disana aku bertemu dengan salah satu Juniorku yg bernama Amul, dia orang terakhir yg akan masuk dalam pasukanku malam ini, tentu saja dia memenuhi syarat untuk masuk dalam squad kami, yah dia punya kendaraan yg bisa kami gunakan ke lokasi. Tiba tiba sore itu ada sebuah pesan yg masuk ke handphoneku, ternyata dari sang gadis tadi, dia memesan obat Ampisilin, salah satu temannya terkena tumpahan air radiator mobil yg mereka kendarai, dan akupun kambali berjanji untuk datang membawa pesanan sang gadis.  Akhirnya kamipun bersepakat untuk berangkat setelah senja dan akhirnya pulang ke rumah masing masing untuk mempersiapkan peralatan dan bekal kami nantinya.

Bersambung ke Part II 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar